Tampilkan postingan dengan label Refresh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refresh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Desember 2012

Bumiku Rapuh

Bumiku semakin rapuh
Tuan tuan kaya mengambil penopangnya begitu rakus
Yang bumi dapatkan hanya sampah, racun dan limbah
Bumiku hitam, keriput dan hancur

Diatasnya, tuan-tuan kaya berpesta gila
Bumi hanya meratap, seperti ratapan orang-orang miskin
yang kalah dan terpental dari roda pergulatan
bukan karena mereka lemah, bukan karena bodoh
hanya, mereka tak diberi kesempatan, tak di beri peluang

Langit diatas bumi turut menghitam
tarian buruk gagak menjadi penghias
mata mereka nyalang, melihat tulang-tulang rusuk bertonjolan
melihat aroma kematian yang tak akan lama lagi
membayangkan hamparan daging tak bertuan

Sementara, ketimpangan itu tak berarti bagi
Manusia manusia suci sibuk mengurusi diri sendiri
Tenggelam dalam zikir-zikir tak berarti
ketika ia berbicara, yang keluar hanya ocehan teori
Tahulah kini, mereka enggan merepoti diri

Karena Kematian Adalah Rahasi


Sepertinya baru kemarin ;
orang lain gembira ketika kita menangis
Sepertinya baru kemarin
Kita terjatuh-jatuh, sampai tak terasa kita telah berlari sederas kijang
Sepertinya baru kemarin
Kita hanya mampu menangis dan ah ih uh, sampai tak terasa kita telah pandai berdiplomasi
Sepertinya baru kemarin....