Minggu, 09 Desember 2012

Bumiku Rapuh

Bumiku semakin rapuh
Tuan tuan kaya mengambil penopangnya begitu rakus
Yang bumi dapatkan hanya sampah, racun dan limbah
Bumiku hitam, keriput dan hancur

Diatasnya, tuan-tuan kaya berpesta gila
Bumi hanya meratap, seperti ratapan orang-orang miskin
yang kalah dan terpental dari roda pergulatan
bukan karena mereka lemah, bukan karena bodoh
hanya, mereka tak diberi kesempatan, tak di beri peluang

Langit diatas bumi turut menghitam
tarian buruk gagak menjadi penghias
mata mereka nyalang, melihat tulang-tulang rusuk bertonjolan
melihat aroma kematian yang tak akan lama lagi
membayangkan hamparan daging tak bertuan

Sementara, ketimpangan itu tak berarti bagi
Manusia manusia suci sibuk mengurusi diri sendiri
Tenggelam dalam zikir-zikir tak berarti
ketika ia berbicara, yang keluar hanya ocehan teori
Tahulah kini, mereka enggan merepoti diri

Karena Kematian Adalah Rahasi


Sepertinya baru kemarin ;
orang lain gembira ketika kita menangis
Sepertinya baru kemarin
Kita terjatuh-jatuh, sampai tak terasa kita telah berlari sederas kijang
Sepertinya baru kemarin
Kita hanya mampu menangis dan ah ih uh, sampai tak terasa kita telah pandai berdiplomasi
Sepertinya baru kemarin....

Mengenal Sistem Pertahanan Tubuh

Tubuh manusia selalu diintai oleh musuh dan beragam ancaman. Berupa bakteri, virus, maupun organisme mikroskopik. Ancaman tersebut berada di mana-mana. Dalam udara yang kita hirup, air yang kita minum, makanan yang kita konsumsi, dan lingkungan di mana kita tinggal. Dan tubuh kita, sebenarnya memiliki sistem pertahanan dan 'angkatan bersenjata' untuk bertahan dan mengahadapi serangan musuh.

Terapi Madu untuk Demam pada Bayi

Bayi demam memang membuat orangtua panik. namun dalam kepanikan ini, orangtua meski bijak untuk mengobati bayi dengan cara yang paling sederhana dengan efek samping yang paling minimal. Pengobatan bisa saja dengan cara pemberian ASI optimum, kompres dan atau pijat bayi. Sementara obat oral ( melalui mulut ) bisa mencoba resep dibawah ini :

6 patogen penyebab penyakit dalam Kedokteran Tradisonal Cina

Kedokteran Tradisonal Cina ( dan bahkan Arab ) percaya bahwa, perilaku sesuatu diluar tubuh sama dengan perilakunya di dalam tubuh. Maka, apa saja yang terjadi di alam semesta juga terjadi di dalam diri kita. Hal ini bisa menjelaskan mengenai pentingnya hidup selaras dengan alam. Berbeda dengan falsafah Kedokteran Barat yang menyatakan bahwa manusia merupakan suatu kumpulan organ-organ yang memiliki batas tegas terhadap "environment" (lingkungan)nya, Kedokteran Timur percaya bahwa, alam semesta (lingkungan eksternal ) dan manusia adalah bagian yang terpisahkan, manusia adalah bagian dari lingkungan alamiah, mikrosistem dari makrosistem.